28 Agu 2010

Perfect Melancholy ( bagian 2 )

  • Indigo
Indigo adalah anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menunjukkan sebuah pola perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya. kemungkinan besar berarti menciptakan ketidakseimbangan dan frustasi dalam benak dari kehidupan baru yang berharga ini.Juga disebut “Children of the Sun” oleh para ahli dari Amerika Atau disebut juga sebagai “Millennium Children”.

beberapa ciri-ciri anak indigo:
1.Lebih dewasa dari anak-anak lainnya.
2.Mengerti jika dirinya layak untuk berada di dunia
3.Frustasi dengan sistem yang sifatnya ritual dan tidak kreatif.
4.Sebagian besar adalah orang yg menimbulkan rasa tidak nyaman.
5.Punya empati yang kuat terhadap sesama, atau tidak punya empati sama sekali.
dll

ciri-ciri indigo dewasa:
1.Mereka pintar walaupun tidak selalu berada di tingkatan paling atas.
2. Punya hasrat yang membara untuk merubah dunia, tapi kesulitan menemukan jalurnya.
3.Frustasi dengan budaya tradisional.
4.Punya masalah dengan amarah.
5.Muak dengan sesuatu yang berulang-ulang.
dll
http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=10142

Tentu saja aku tidak terima keluarga besarku menyebutku Indigo hanya karena pohon manggis itu. Saat itu aku sama sekali tidak mempercayai hantu dan setan, yang kulukis itu sama sekali bukan teman bermainku, seperti yang dikatakan orang-orang udik di kampungku. Kalaupun ada yang mendapatiku berbicara sendiri, huff... bukankah anak-anak memang sering berbicara sendiri sama seperti anak kecil yang bicara dengan bonekanya, tapi waktu itu aku berbicara dengan imajiku, berbicara bersama pikiran-pikiranku yang melesat seperti  samabaran petir. Kalaupun mereka melihatku tidak berbaur dengan anak-anak lainnya, mecari sudut diantara keramaian sampai membuat Ibuku menatapku kasihan di sudut kelas. Bukan karena aku minder atau karena aku tidak ada yang mau berteman denganku, tapi aku benci tingkah anak-anak itu. Dan itu hakku kan? mereka suka tertawa keras sekali sekaligus bisa dengan gampang menangis tidak kalah keras dari bel sekolah. Orang dewasa juga tidak kalah menggelikan.


Tapi setelah membaca buku tentang ciri-ciri anak Indigo, bisa dibilang mereka tidak salah mengecapku indigo akan tetapi bukan indigo seekstrem perkiraan mereka yang bisa melihat makhluk gaib (aku sama sekali tidak mempunyai kemampuan khusus itu) ya ya sampai saat ini aku berusaha keras mengingat "apakah aku benar-benar pernah berbicara dengan makhluk gaib?" sampai pening kepalaku juga aku tidak bisa menjawabnya. Kalaupun waktu kecil aku pernah merasakan sesuatu yang terus berbicara padaku/ mengarahkanku itu tidak lain adalah pikiranku sendiri.


Sejak pindah ke Pagar alam ada yang berubah dari prilakuku. Aku berontak pada hidup. Aku hanya berusaha berkreativitas dengan lukisanku tapi disebut Indigo oleh semua orang. Sebenarnya tidak masalah dengan sebutan indigo itu (saat itu aku juga tidak terlalu paham apa itu 'indigo'?), tapi kalau tiba orang-orang udik ini menyebutku  telah berteman dengan setan dan aku punya indera ke-6 dan disejajarkan dengan para dukun-dukun yang suka bersemedi itu tambahanlagi teman-teman sekelasku ngibrit ketakutan ketika melihatku tentu itu membuat posisi keluargaku semakin tidak nyaman.  Sejak pohon manggis itu tumbang maka tumbang juga keinginanku untuk melukis. Sejak aku pindah sekolah di kelas V, aku benar-benar tidak menginginkan sekolah lagi. tapi bagaimanapun aku harus sekolah. Jika tidak aku akan mempermalukan orang tuaku lagi di tempat yang baru ini.

Di sekolah baruku aku tidak mengalami kesulitan yang berarti hanya saja aku tidak menemukan tempat khusus untuk berbincang-bincang bersama Imaji.Helin, Pajrin, Intan, Ayu, Debbi mereka mamasukanku dalam daftar 6 sahabat Tentu saja aku tidak mengerti kenapa aku bisa masuk dalam daftar cewek-cewek populer di sekolah *??* dan aku juga tidak mengerti tiba-tiba ditunjuk jadi tim lomba Voli sekota pagaralam, padahal aku sama sekali tidak bisa mengendalikan bola mencapai Net. Aku sama sekali tidak menginginkannya. Terlalu menjadi pusat perhatian? Aku membenci itu. Tapi, mereka semua sangat baik untuk ku benci seketika. Walaupun aku benci sekolah tapi prestasiku tidak terlalu buruk di sekolah itu. ya ya tidak sebaik dulu. Awalnya aku tidak pernah menganggap penting persahabatan kami berenam. Mereka hanya senjataku untuk bisa diterima dilingkungan sekolah *mereka tidak tahu ini*. Mereka anak-anak luar biasa *soalnya aku menebut diriku biasa*. Karena mereka, pertama kalinya ada teman sekolahku mampir ke rumah. Mereka bermain Barbie di rumahku hampir setiap hari *sangat tidak menarik* aku memperhatikan anak-anak ajaib ini bermain barbie. Aku memilih bagian membuat baju Barbie, aku mendesign baju-baju mini itu. Kata Ayu aku berbakat menjadi Designer. Sejak itulah kalau ditanya cita-cita oleh guru aku akan menjawab Designer. Di sekolah sebelumnya aku pernah ditertwai ketika ditanyai cita-cita maka aku akan menjawab  mengelilingi dunia dengan menggunakan sayap sendiri, Menjelajahi dasar samudera dan luar angkasa Dan tentu saja mengubah dunia itu impianku sekaligus menjadi cita-citaku dan aku masih punya ratusan Impian lagi yang kutulis dalam sebuah jurnal harianku. Aku sangat tertekan menjawab 'DESIGNER'.Dikemudian hari aku menyadari ke lima sahabatku itu adalah mentorku yang luar biasa. Mereka bersedia meminjamkan penanya ketika penaku hilang. Mereka tidak pernah marah padaku ketika aku bertingkah menyebalkan. Mereka menghargai semua pemikiran orang lain. aku berbeda


Entahlah ini ada hubunganya dengan melankolis sempurna atau tidak. Sejak kecil kira-kira umur 4 tahun. aku telah membuat keputusan menyukai sabun mandi berwarna putih *Poeng!!!*. hahaha... pokoknya sperti itulah. Ini pertama kalinya aku menceritakan kebiasaanku ini. Tapi, sumpah aku tidak akan memakai sabun mandi dengan warna lain walaupun terlihat aneh tapi Ibuku menuruti itu. Bisa dibayangkan demi mengurusku ibu mengalami sedikit kesulitan hanya untuk membeli sabun mandi. Kalau bermalam di rumah saudara lainnya, Ibuku harus membawa sabun mandi yang saharusnya tidak perlu dibawa. Sekarang aku tidak keberatan lagi memakai sabun mandi dengan warna apapun bila berada dirumah orang lain. Aku belajar mengendalikan kebiasaanku yang aku tidak tahu berawal darimana. Tapi, sampai sekarang kalau dirumah aku menggunakan sabun mandi secara terpisah dari anggota keluargaku lainnya. Pernah aku merasakan perasaan tidak diterima dikeluarga sendiri, tetapi menyaksikan mereka tidak keberatan memakai sabun mandiku. Hanya aku yang menolak warna sabun mereka dan hanya aku yang menyebut sabun mandi dirumah dengan sebutan Sabun mandiku.

Aku mengatur semua barang dikamarku menurut struktur imajinatif yang kubayangkan. Aku tahu persis bila ada barang yang tidak sesuai dengan tempatnya dikamarku, Jika ada orang yang merasa susunan barang dikamarku tidak tepat maka dia mencoba memperbaikinya, maaf sekali aku akan memarahinya habis-habisan. menurutku sikap seperti itu sama saja dengan mengkritikku dan aku tidak suka dikritik.

  • Posesif
Posesif adalah orang menguasai orang lain. mengapa aku bisa jadi posesif? tentu saja karena sifat dasarku adalah melankolis sempurna. Jadi sebenarnya banyak orang yang tidak kuanggap penting dalam hidupku. Tapi ketika aku merasa mereka penting maka timbulah rasa posesifku. Meminta mereka melakukan apa yang kukehendaki, tanpa merasa bersalah.Aku tidak mau tahu tentang apapun yang ingin mereka katakan padaku, tapi aku selalu mendapati mereka ingin melarikan diri. Kadang-kadang semua itu membuatku kebingungan sendiri.

Sebenarnya perlu waktu lama untuk bisa menilaiku sebagai orang yang posesif sobat SMAku (Sri) yang menilaiku posesif dan berujung dia ikut-ikutan posesif terhadapku. Tapi, aku bukan sahabat yang buruk juga baginya buktinya selama di SMA kami duduk satu meja 3 tahun, beberapa orang iri melihat betapa akrabnya kami, bahkan ada yang seenaknya mengatai kami lesbi.

Orang kedua yang menilaiku posesif (tidak perlu kusebutkan namanya). Dia sekaligus menjadi orang pertama yang berani-beraninya mengusik duniaku. Dia meneror pikiranku tiap detik. Mengendap-endap memasuki wilayah kehidupanku kemudian menyatakan keinginannya bisa hidup di dunia yang sama denganku. Cukup lama aku membiarkannya berkeliaran di duniaku, tetapi semakin lama dia semakin berisik untuk tinggal di duniaku yang begitu hening. Dia juga punya pemikiran yang dangkal, berbeda dengan para Melancholic yang mendalam. Apalagi dia mulai mencoba mengubah duniaku dengan dalih memperbaiki (memperbaiki? maksudanya ada yang salah dengan duniaku gitu?) . Tidak. tidak ada yaang salah dengan duniaku, yang salah adalah kenapa semua orang tidak sama denganku!!!

Orang ketiga yang menilaiku posesif adalah sobatku di facebook Canniball (bkn nm sbnarnya hihi...). Dalam waktu singkat bahkan belum pernah bertemu -entah asal bicara atau serius- dia seenaknya menempelkan kata posesif dikeningku. Bahkan dia menjelaskan arti kata posesif dengan sempurna menurutku. Dikemudian hari aku tahu dia juga Perfect Melancholy dan dia juga posesif (bahkan lebih parah dariku).
hmmmm.... sudah lama aku ingin menemukan orang yang sama sepertiku.Kami bersahabat. Sama seperti persahabatan pada umumnya. Kami meributkan hal-hal yang sepele.Kami Melankolis bisa menyukai sesuatu secara berlebihan dan membenci sesuatu secara berlebihan. Aku dan cannibal juga punya kesukaan yang sama. Ada juga kesukaanku yang tidak disukainya dan sebaliknya, kemudian kami akan meributkannya setiap hari. Aku pikir melankolis laki-laki dan perempuan berbeda ternyata tidak juga. Cannibal memahami drama sorry.. I love u, A love to kill, can and abel dll secara berlebihan bahkan mungkin lebih paham dari penulisnya. Kami para melankolis mampu menangis berulang-ulang hanya karena drama itu. Beberpa kali kami mengalami kejadian penting secara bersamaan (entah itu kebetulan atau apa). Walaupun kami tidak saling menyapa lagi, Cannibal adalah mentorku juga sama seperti kalian.

  • Sifat Melancholic dan mentor-mentor terbaik
Sesungguhnya semua orang yang ada dalam tiap detik kehidupanku adalah mentorku. Tapi memang ada yang lebih spesial dari yag lainnya. Kalau ada kesempatan aku akan menulis Part 3 khusus untuk para mentorku ini. Mentor terbaikku adalah Ibuku. Kdrama, Jdrama, Mdrama, film2 inspiratif, novel, buku-buku lainnya adalah mentorku. Orang-orang yang melewatkan waktu bersamaku adalah mentorku. Semuanya menjadi inspirasi terbaikku, bahkan mungkin sebagian menuntutku. Semua itu membuat sifat melankolisku telah terjadi kombinasi. kombinasi lain yang tidak alami. Jadi, perfect Melancholy itu mungkin tidak 99% lagi apalagi stempel indigo itu tidak ada lagi (bahkan beberapa dari mereka telah lupa pernah mengataiku indigo)

24 Agu 2010

Perfect melancholy ( bagian I )

semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi kalian


Sensitif, Filosofis, puitis, serius, tekun, analitis, mendalam, penuh pikiran, menghargai keindahan,idealis, punya standar yang tinggi,  rinci, tertib dan terorganisir, perlu menyelesaikan apa yang dimulai.hati-hati dalam berteman, sangat memperhatikan orang lain, terharu oleh air mata penuh belas kasihan. mencari teman hidup ideal, ingin segalanya dilakukan dengan benar, menghindari perhatian, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, mengingat yang negatif, pendendam, tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang diriny, egois, menuntut.
 =============================================================

* Sanguinis
* Melankolis
* Kholeris
* Phlegmatis

Berdasarkan tes keperibadian yang pernah kulewati, tetapi kadang-kadang kita mencoba menjadi satu wujud manusia yang sangatlah berbeda dengan diri kita seutuh-nya. dan lebih sering berkontradiksi dengan kalimat kontroversial "BE YOUR SELF"

Sebagai melankolis aku sangat Lonely sekali, seolah-olah aku mempunyai dunia yang terpisah dari manusia lainnya.Terkadang lebih tersentuh lebih cepat dibanding yang lain.Melankolis yang Sempurna mempunyai dorongan dan tekad paling besar dan memegang teguh suatu cita-cita untuk selamanya.

Ketika masih SMP aku pernah aku berpikir orang-orang disekitarku hanya sebatas sosialisasiku saja sebagai manusia, mereka tidak mengerti apa yang aku pikir dan renungkan. ( maaf deh buat Teman-teman SMPku,walaupun begitu aku mempunyai cukup banyak teman dibangku SMPku mereka menjadikanku sebagai tempat curhat tapi aku tidak pernah menceritakan apapun tentang diriku pada mereka)


sampai sekarang saya masih terlalu cepat bereaksi (meledak) terhadap sesuatu yang tak beres

Kurasa di bangku SD sifat melankolisku sudah sangat nampak.'isal: 'ogah' berteman dengan orang yang berantakan dan 'jorok', tanpa segan-segan aku akan memprotes mereka. Bisa jadi di masa kecilku itulah aku merasa sempurna sebagai melankolis sempurna. Aku menginginkan segala sesuatunya terjadwal, teratur tapi bukan berarti aku sangat rapi,cinta kebersihan dll itu tapi aku menginginkan warna buku tertentu, warna pensil, tas bahkan warna sabun. aku biasa menyusun barangku sendiri dan semuanya berurutan sesuai pikiranku sendiri dan aku sangat tahu bila salah satu benda dikamarku berubah. Aku akan marah bila Ibuku meletakkan bajuku tidak sesuai susunan dalam pikiranku. Seharipun aku tidak pernah terlambat ke sekolah. Guru-guru menyukaiku dan memujiku secara berlebihan. Dan membuatku semakin besar kepala, bisa jadi membuatku merendahkan banyak orang. Mungkin banyak teman-temanku ingin menjauhiku tapi aku tidak peduli toh aku tidak membutuhkan mereka. Buktinya mereka selalu ingin memulai berbicara denganku. pikirku saat itu. Menjadi sok jadi ketua dan mengatur semua orang yang kuanggap tidak beres di kelas., hampir semuanya tidak beres bahkan guru-gurunyapun tidak beres misalnya suka mengajarkan materi secara berulang-ulang. Aku tidak bermain layaknya anak kecil lainnya. Aku menikmati kesendirianku. Walaupun bagitu aku tidak merasakan kesepian. Aku hanya heran mengapa semua orang bagitu berisik. Aku menyukai berbagai macam keindahan bahkan yang dianggap orang tidak mernarik menurutku malah sangat indah. Aku menikmati seni lebih dari yang orang pikirkan.


Sejak kecil aku berbakat dalam melukis. Sepulang sekolah aku tidak akan berhenti melukis. Aku akan marah pada siapapun yang mengusikku. Tempat favoriteku saat melukis adalah di bawah pohon Manggis milik nenekku dan bersebelahan dengan pemakaman keluarga kami. Sebenarnya lukisanku tidak Istimewah mungkin sama saja dengan lukisan anak-anak lainnya. Tapi aku menikmati tahapan sampai lukisanku selesai dan aku merasai lukisanku berlebihan menurut orang lain. Aku menolak kepercayaan guruku untuk mengikutsertakanku mengikuti lomba melukis tingkat SD. Seorang melankolis sempurna menetapkan Standar tinggi terhadap sesuatu, dan menurutku lomba gambar tingkat SD bukan sesuatu yang menarik. Juara kelas di antara bocah-bocah SD kumal itu juga bukan hal yang pantas dibanggakan. (ckck.. ketika menulis ini aku menertawakan diriku sendiri)

Suatu hari aku berhasil melukis "SETAN" disebelah pohon manggis. Perlu kalian tahu Ayahku sungguh perhatian terhadapku dia memuji semua lukisanku bahkan dia membanggakan rambutku pada saudara-saudara lainnya ( xixixi...). Jadi walaupun lukisanku jelek dia tetap memujiku dan memberikan saran untukku. Ketika dia melihat lukisan "SETAN" itu aku mejelaskannya dengan sangat santai, tetapi raut mukanya sangat terkejut. Aku tidak tahu apa-apa lantas semua keluargaku nenekku, pamanku, sepupuku semuanya menatapku aneh. Keluargaku yang 'agamis' memanggil ustadz  mendo'akanku macam-macam. keesokan harinya pohon manggis itu telah tumbang. Di kemudian hari aku tahu Ayahkulah yang menebang pohon itu   ketika aku tertidur di tengah malam. Aku menangis berhari-hari. tidak mempercayai siapapun lagi. Semua manusia tampak mengerikan. Ini pertama kalinya aku berontak pada kehidupan.


Orang melankolis adalah orang yang sangat care terhadap orang lain. Titik paling ekstrim yang ku lakukan di bangku SD adalah ketika sepupu laki-lakiku bertengkar dengan teman sekelasnya.Waktu itu aku duduk di kelas 4 SD akan kenaikan kelas 5 dan sepupuku kelas 6 SD. Aku sedih melihat sepupuku diledek teman-temannya, sepupuku ditantang berkelahi oleh musuh-musuhnya di kelas itu, tapi sepupuku menolak. Aku melihat ketidakberdayaan sepupuku. Apa yang kulakukan?? MENANTANG BALIK MEREKA... awalnya mereka menolak tapi aku punya bakat terpendam dalam mengatai orang sepedas-pedasnya. Akhirnya emosi mereka tersulut dan menerima tantangangku. Sulit dibayangkan makhluk manis sepertiku adu otot dengan para bocah-bocah begundal itu. Kalahkah aku? TIDAK, aku begitu kuat saat itu. Aku berhasil membuat salah satu hidung dari mereka berdarah-darah dan hampir mematahkan salah satu tangan mereka. Tidak percaya? terserah. tapi tentu saja dengan sedikit akal licik. Itu tindak kekerasan pertama yang kulakukan (semoga yang terakhir)  keluargaku menyebutnya 'tindak kriminal' karena malu Ayahku memindahkan sekolahku sekalian kami juga pindah rumah. Tapi aku begitu bangga telah bertindak benar ( lho?? ) sampai saat ini sepupuku itu bagitu menyayangiku dan mungkin akan mengingatku seumur hidupnya. lalu bocah preman itu (sekarang sudah menikah) mungkin juga akan mengingatku seumur hidupnya tapi katanya aku adalah orang pertama yang bisa mengalahkannya di sekolah dan tentu saja mengubah kehidupan SMPnya sampai sekarang.
(kalau begitu seharusnya saya menantang semua preman yang ada dimuka bumi ini hohoho...)


Beberapa buku membahas kepribadian. menyebutkan tentang perfect melancholy biasanya seperti ini:
Walaupun kreatifitasnya pun sangat tinggi. Tipe orang-orang yang sensitif dan romantis masuk dalam kategori ini. Kelemahannya, ia cenderung negatif, pendendam, skeptik, tidak mudah mempercayai orang lain, moody, depresif dan menyendiri.


Orang Melankolis nih dikenal sebagai orang yang sangat dalam saat berpikir.Meski standart yang direncanakan tuh tinggi, tipe ini mampu meraihnya dengan gigih dan cermat.Kebanyakan orang-orang Melankolis sejati, menyukai hal-hal yang berbau diagram, grafik, bagan dan rentetan daftar-daftar yang memerlukan analisa tingkat tinggi. Orang-orang semacam ini, bisa jadi ilmuwan.
_____http:// www.tmore-online.com/tmore/content/rubric/37/144______

Tapi sebenarnya inilah pribadi yang mampu mengubah dunia. Tak terhitung berapa ilmuwan yang memiliki kperibadian perfect melancholy ini. Kebanyakan seniman bertipe keperibadian ini. kemudian, aku?.
kehidupan setelah masa anak-anak membentukku menjadi pribadi yang berbeda. Walaupun sifat dasarku tidak berubah, tapi Melancholic juga mempunyai sifat mengorbankan keinginan sendiri untuk yang lain.
 

6 Agu 2010

Obsesif Kompulsif

Kedengarannya memang aneh, rambut kok di tarik tarik  Mengapa ada orang yang suka cuci tangan padahal tangannya masih bersih., menimbun barang-barang kesenangan, padahal di rumahnya sudah tak ada tempat. Bahkan ada yang tidak bisa tidur  jika tidak berhasil mengetahui nama setiap orang yang lewat di depan rumahnya? Tingkah laku ritual yang muncul berulang ulang di sebut gangguan obsesif kompulsif.
Lalu apa yg sebenarnya mereka rasakan  sehingga mereka melakukannya  secara berulang-ulang? Menurut dokter Irmansayah, psikiater dari RSCM, Jakarta. “ Seperti halnya halusinasi, orang lain tak akan bisa memahami mengapa seseorang  merasa harus mencuci tangannya hingga berkali-kali. Karena begitulah otak mereka “menyuruh”nya. Mereka akan melakukannya. Penderita akan merasa lega setelah  melakukan perintah otak., dan sebaliknya akan merasa semakin cemas jika tidak melakukan obsesinya.”


Gangguan Obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder, OCD) adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang menjadi obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya dan mengulang beberapa kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut untuk menurunkan tingkat kecemasannya. Gangguan obsesif-kompulsif merupakan gangguan kecemasan dimana dalam kehidupan individu didominasi oleh repetatif pikiran-pikiran (obsesi) yang ditindaklanjuti dengan perbuatan secara berulang-ulang (kompulsi) untuk menurunkan kecemasannya.

Penderita gangguan ini mungkin telah berusaha untuk melawan pikiran-pikiran menganggu tersebut yang timbul secara berulang-ulang akan tetapi tidak mampu menahan dorongan melakukan tindakan berulang untuk memastikan segala sesuatunya baik-baik saja.


perilaku Gangguan obsesif kompulsif
Individu yang mengalami gangguan obsesif-kompulsif kadang memilki pikiran intrusif tanpa tindakan repetatif yang jelas akan tetapi sebagian besar penderita menunjukkan perilaku kompulsif sebagai bentuk lanjutan dari pikiran-pikiran negatif sebelumnya yang muncul secara berulang, seperti ketakutan terinfeksi kuman, penderita gangguan obsesif-kompulsif sering mencuci tangan (washer) dan perilaku umum lainnya adalah memeriksa (checker) seperti rasa cemas akan kemalingan, penderita gangguan obsesif-kompulsif sering memeriksa pintu apakah sudah dikunci apa belum.

 
Penyakit ragu-ragu
Kebanyakan orang pasti pernah merasa tidak yakin terhadap apa yg telah di lakukannya, karena itu bukannlah menjadi sesuatu yang janggal jika tiba-tiba kita misalnya, merasa tidak yakin apakah sudah mengunci pintu depan sehingga kita kembali memeriksanya.
Tingkah laku yang tampaknya menjadi biasa bisa mnjadi masalah jika seseorang terus menerus merasa tidak yakin sehingga bolak balik melakukan pekerjaan yang sama sampai belasan kali. Mereka tidak kuasa menahannya karena tingkah laku mereka bukan berdasarkan logika. Melainkan karena kecemasan yang tidak lazim.
Yaitu kecemasan yang di tandai dengan pikiran, dorongan, atau bayangan yang muncul berulang ulang, yang sifatnya sangat intens, menakutkan atau aneh.
Gangguan obsesif kompulsif bisa muncul dalam bentuk ringan, tapi bisa juga berat. Dikatakan ringan karena tingkah laku kompulsifnya hanya muncul saat mengalami stress atau situasi tertentu. Misalnya menjilat bibir, atau memulai kalimat dengan “Ee..” ketika harus berbicara di depan umum.

Gangguan obsesif-kompulsif tidak ada kaitan dengan bentuk karakteristik kepribadian seseorang (sering orang beranggapan ini adalah bentuk keperibadian), pada individu yang memiliki kepribadian obsesif-kompulsif cenderung untuk bangga dengan ketelitian, kerapian dan perhatian terhadap hal-hal kecil, sebaliknya pada gangguan obsesif-kompulsif, individu merasa tertekan dengan kemunculan perilakunya yang tidak dapat dikontrol. Mereka merasa malu bila perilaku-perilaku tersebut dipertanyakan oleh orang yang melihatnya karena melakukan pekerjaan yang secara berulang-ulang. Mereka berusaha mati-matian untuk menghilangkan kebiasaan tersebut.

Gangguan obsesif-kompulsif erat kaitan dengan depresi, atau riwayat kecemasan sebelumnya. Beberapa gejala penderita obsesif-kompulsif seringkali juga menunjukkan gejala yang mirip dengan depresi. Perilaku yang obsesif pada ibu depresi berusaha berkali-kali atau berkeinginan untuk membunuh bayinya.

Simtom


1) Perilaku dan pikiran yang muncul tersebut disadari sepenuhnya oleh individu atau didasarkan pada impuls dalam dirinya sendiri. Individu juga menyadari bahwa perilakunya itu tidak rasional, namun tetap dilakukan untuk mengurangi kecemasan.

2) Beberapa perilaku yang muncul disadari oleh oleh individu dan berusaha melawan kebiasaan dan pikiran-pikiran rasa cemas tersebut sekuat tenaga, namun tidak berhasil

3) Pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan perasaan lega, rasa puas atau kesenangan, melainkan disebabkan oleh rasa khawatir secara berlebihan dan mengurangi stres yang dirasakannya. ini menjadi bukti bahwa ritual keagamaan tidak ada kaitannya dengan gangguan obsesif-kompulsif.

4) Obsesi (pikiran) dan kompulsi (perilaku) sifatnya berulang-ulang secara terus-menerus dalam beberapa kali setiap harinya.


Individu yang beresiko

Individu yang beresiko mengalami gangguan obsesif-kompulsif adalah;
- Individu yang mengalami permasalahan dalam keluarga dari broken home, kesalahan atau kehilangan masa kanak-kanaknya. (teori ini masih dianggap lemah namun masih dapat diperhitungkan)
- Faktor neurobilogi dapat berupa kerusakan pada lobus frontalis, ganglia basalis dan singulum
- Individu yang memilki intensitas stress yang tinggi
- Riwayat gangguan kecemasan
- Depresi
- Individu yang mengalami gangguan seksual




DAPAT DISEMBUHKAN



Walaupun tampaknya menyeramkan , gangguan obsesif kompulsive bisa di atasi. Menggunakan obat-obatan yang berfungsi menekan impuls dan menghilangkan kecemasan, di tunjang terapi kognitif behavior untuk melawan hal-hal yang di pikirkan dan belajar mengendalikan tingkah laku. Serta lingkungan yang mendukung, dekat dengan agama, mempunyai peluang yang besar untuk hidup normal. Dengan  berbagai pendekatan yang komprehensif, pasien bisa sembuh dan hidup normal. Pasien yang gagal sembuh biasanya juga menderita  gangguan jiwa lainnya, misalnya skizofrenia.
Obat medis yang digunakan dalam pengobatan OCD seperti;
Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) yang dapat mengubah level serotonin dalam otak, jenis obat SSRIs ini adalah Fluoxetine (Prozac), sertraline (Zoloft), escitalopram (Lexapro),
paroxetine (Paxil), dan citalopram (Celexa)