16 Agu 2012

POSSESSIVE


Hello reader ^^

kali ini kita berbicara soal posesif. pernah ngalamin punya pasangan atau teman posesif? atau anda sendiri yang posesif terhadap seseorang?


  • Pengertian Posesif

Possessive: Having or showing a desire to control or dominate. Posesif bisa diartikan sebagai orang yang menguasai orang lain, mendominasi dan mengontrol seseorang.










  • Posesif  pada  Gay dan Pembunuhan Berantai

Sifat posesif itu juga terjadi pada gay atau lesbian bahkan kaum heteroseksual. Seperti yang kita ketahui pasangan gay tentu lebih sulit mendapatkan pasangan dibanding  orang normal biasanya. Mungkin situasi inilah yang membuat seoarang gay over posesif ( sifat kepemilikan yang berlebihan) terhadap pasangannya. Berawal dari sifat posesif inilah terjadi beberapa kasus pembunuhan berantai atau sadisme dikalangan gay.

contoh kasus: 

Mujianto yang homoseksual itu diduga berupaya membunuh 16 pria. Meski ada beberapa di antaranya yang lolos dari maut. Mujianto juga sudah diperiksa kejiwaannya di RS Bhayangkara Nganjuk. Hasilnya, Mujianto dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa. Artinya, dia dalam keadaan sadar melakukan pembunuhan berantai tersebut.

Gianni Versace, 50, perancang busana kaliber dunia, yang tewas ditembak mantan pasangannya, Andrew Cunanan, gay berdarah filipina di Miami, AS, 1997 lalu. Gay pelacur papan atas itu tak menggunakan tangan orang lain untuk mengekskusi mantan kekasihnya itu, melainkan menembak dengan tangannya sendiri
.

Beberapa berita juga menyebutkan kalau Ryan tega menghabisi Heri Susanto dengan keji hanya karena cemburu.

Saya tidak bermaksud menyudutkan kaum gay, tapi beberapa waktu lalu saya baca penuturan dari ahli krimonolog Universitas Indonesia (UI) Andrianus Meliala, kepada media online katanya, dari sisi akademis, hubungan cinta sejenis bukan hubungan yang sehat, seperti egosentrik. Kalau kita (kaum heteroseksual) bilang cinta, itu bukan berarti memiliki. Tapi bagi pasangan sejenis, cinta harus memiliki. Dari pada kehilangan pasangan maka lebih baik dimatikan saja. Jadi lose-lose, tidak ada yang dapat pasangannya.

perumpamaannya jadi begini "jika kau mati, kau juga mati"

Bisa dikatakan berawal dari sikap posesif  kemudian menjadi posesif impulsive jika seseorang  mendapatkan luka hati dan kehilangan akan memicu seseorang membunuh pasangannya.


Sebelumnya saya tekankan heterokseksual adalah tertarik pada lawan jenis atau normal. Karena beberapa kali saya mendapati site yang menulis persepsi yang keliru bahkan saya dapati  pendapat dari teman-teman yang mengatakan kalau heteroseksual artinya kecendrungan memiliki banyak pasangan ( Playboy / playgirl) karena "hetero" = "banyak". whaha...

Well, balik lagi ke posesif. Saya ingat kata guru mentor Agama saya kelas X yang mengatakan Tuhan itu bisa dikatakan posesif, karena dia menginginkan hamba-Nya taat, takwa dan menyembah kepadanya dan sebagainya. Jika tidak dituruti maka akan ada ganjarannya. Jadi si mentor saya ini bilang

"kalau pacar kamu posesif, katakan saja 'memangnya kamu Tuhan?'" hahha...tentu saja ini hanya gurauan sang mentor. Tapi setelah saya pikirkan baik-baik. Reader sekalian, Tuhan memang pantas posesif  atau super posesif terhadap kita karena apa? karena kedudukannya sebagai Tuhan dan kita hambanya.

Seperti halnya kasus Gay, seorang heterseksual juga bisa menjadi sadis kemudian membunuh pasangannya.

Contoh kasus:

seorang remaja berumur 15 tahun di Ciamis, Jawa Barat. Ia nekad membunuh pacarnya sendiri lantaran cemburu dan patah hati mengetahui buah hatinya itu akan menikah dengan pria orang lain. Korban tewas setelah ditikam sebanyak dua kali dibagian punggungnya. klik disini untuk melihat beritanya.

seorang remaja warga Desa Temanggal, Kecamatan Adimulyo, Kebumen (Jateng), tega membunuh pacarnya sendiri Windi Astuti (14), siswi kelas IX SMP Negeri Adimulyo.  Motif pembunuhan itu dilatarbelakangi cinta segitiga.

masih banyak lagi berita serupa baik dalam maupun luar negeri. 

~#~#~#~

28 Des 2010

I'm Getting Crazy

Anyyeong all ^^
saking lamanya gak buka ni blog, gua ampe lupa password akun gmail gua apaan? hahaha~~~
Postingan gua kali ini agak beda, jadi agak gak sesuai dengan judul blog gua seharusnya kesannya lebih ke arah sastra. well,gua emang suka sastra sih. Tapi tulisan gua yang satu ini rada dalem (wuihh...) gua mau curhat sama reader sekalian. huhu... (hoamm..)
Chekidot deh!


Aku mulai gila. ah tidak, aku pasti sudah gila. Ya detik ini aku resmi gila, walau tak ada catatan resmi yang menyatakan aku harus masuk RSJ hari ini. Apa itu RSJ? RSJ hanya dibuat oleh orang-orang gila juga. Aku resmi gila sejak kalian menghakimiku dengan sebutan gila.

hahahaha...hihiihihi..huhuuhu....
Ah ini gila. tidak seharusnya aku tertawa sejelek itu, bukankah aku cukup manis menurut orang-orang waras. Ingin sekali kuceritakan cerita gila, kemudian dibaca orang-orang waras. Cerita gila dengan secuil perasaan tertindas.

Hey, kuberitahu ya kepada kalian orang-orang waras. Jagad ini gila, maka yang seharusnya pergi dari sini adalah kalian. Aku berhak mengusir kalian dari sini karena ini bukan tempat kalian, tetapi karena aku gila jadi aku membiarkan kalian berkeliaran disini. Kukatakan ini agar kalian tahu malu. hazz~~ nyatanya kemudian dengan bodohnya kalian berkoar-koar mengusir kami dengan dalih memperbaiki dunia. hummm..GREAT! kalian benar-benar waras. [?]

"HEY, ORANG GILA YANG TELANJANG"
Makimu pagi ini tak lupa dengan air panas ditanganmu, membuatku menangis ketakutan. Sangat ketakutan sampai-sampai aku berlari sambil menginjak kotoran anj**g. Omo... Anj**g itu juga gila ternyata. Gilaaa.... bau sekali. kotoran itu belumuran dikakiku. Tak apalah aku lebih sudi menginjak kotoran anj**ng gila dari pada anj**g waras. puhhh...DASAR ANJINK!!

hahhaha..kembali soal makianmu itu. Ya... kau tepat. Aku memang  telanjang, gila itu adalah dunia orang-orang telanjang. Lagi-lagi karena aku bagian dari mereka, menurutku itu indah. Indah karena ketelanjangannya. ah,sudahlah itu tak akan kalian mengerti. Jangan pandangi tubuhku ini dan segeralah berlalu.

this is crazy ~~ this is crazy,  tapi meskipun aku gila kumohon jangan perlakukan aku begitu kejam. Jangan pandangi aku dengan ekspresi seperti itu. KUMOHON.

18 Okt 2010

Perfect Melancholy (part III)

Indigo dan Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), Perfect melancholy dan autis      
Jadi beberapa teori dan buku-buku psikologi tentang sifat dasar manusia telah menempatkan saya kepada keperibadian Melankolis sempurna (perfect melancholy) __part I__. Kemudian sifat melankolis ini membawa saya pada sebutan Indigo dan posesif __part II__ sekali lagi saya tekankan kalaupun sekarang saya mengakui keindigoan yang selama ini saya tentang habis-habisan itu bukan karena saya benar-benar mempunyai kemampuan gaib atau mampu berbicara puluhan bahasa tanpa belajar. Karena orang-orang selama ini salah kira soal indigo. Indigo itu lebih condong digunakan dalam perilaku (bukan indera ke enam )  dan istilah indigo sebenarnya tidak dikenal di dalam dunia psikologi. Lalu psikolog menyebutnya apa? mreka meneliti kebanyakkan anak indigo hanya mengalami  ADHD ini, tapi tetap mengalami pertentangan dengan penganut teori indigo.  humm.. apa sebenarnya ADHD ini?

ADHD berawal dari hasil penelitian Prof. George F. Still, seorang dokter Inggris pada tahun 1902. ADHD ( Attention Deficit Hyperactivity Disorder ) adalah salah satu kondisi neurologis yang melibatkan gangguan pada proses memusatkan perhatian dan perilaku hiperaktivitas dan impulsivitas. Sederhananya ADHD itu seperti gangguan kekurangan perhatian/gangguan hiperaktif dan kekurangan perhatian.  huahhh... ini sudah disebut kelainan ( penyakit ) bahkan beberapa orang menyamakan ADHD dengan Autis (HFA) hahhaha.. saya jadi teringat disitus-situs tertentu banyak sekali seorang perfect melancholy mengerutu karena semua orang menyebutnya seperti odang Autis, ada lagi yang menyebutkan ADHD lebih cenderung kepada Asperger ( AS ) tetapi sampai sekarang masih ada perdebatan apakah HFA = AS ( huff..... saya tidak menyukai bagian ini ) saya yang tidak terlalu mengerti soal itu hanya bisa berkata :
Apa ini karena ilmu dokter di dunia yang terbatas? Atau memang ilmu tentang syaraf manusia ini sangat luas?
ADHD sendiri sudah terbagi menjadi 3 jenis sampai sekarang..

lalu apa sih sebenarnya ciri-ciri ADHD *komat - kamit baca mantra semoga tidak ada satupun ciri-cirinya ada padaku * :
1. Selalu bergerak, dan gerakan-gerakannya tidak beraturan, tidak terkontol serta tanpa sebab yang jelas.
  hooooo?? saya tidak seperti itu maksudku anak indigopun tidak seperti itu, mereka cenderung lebih tenang daripada anak-anak lain. dari semua ciri indigo yang saya baca tidak ada yang menyebutkan indigo adalah anak yang selalu bergerak kecuali  buku The Indigo Children, Doreen Virtue, Ph.D yang menyebutkan salah satu ciri indigo adalah  Tidak bisa diam kecuali mereka menyatu dalam sesuatu hal yang sesuai dengan minatnya. Itu tentu saja berbeda dengan penderita ADHD.
2. Sering lupa terhadap segala hal, disebabkan kekurangmampuan untuk berkonsentrasi sehingga hal tersebut kurang pula diperhatikannya.
ahaha...saya selalu melakukan sesuatu dengan terjadwal. jarang sekali saya melakukan kekonyolan karena lupa. memang saya pernah lupa tapi tidak terhadap segala hal seperti yang ditulis itu. Pelupa itu hanya milik Sanguinis bukan perfect melancholy.
3. ADHD mempunyai ketidakmampuan belajar dan sekitar 80% mempunyai masalah akademis.
ckckckk..... tidak perlu dijelaskan lagi ini benar-benar salah kaprah.
4. anak-anak dengan ADHD sering mengalami isolasi sosial sehingga harga dirinya cenderung rendah.
Anak indigo memang mengalami isolasi sosial tapi karena pembicarannya memang jauh melampaui anak-anak sebayanya, sehingga mereka biasanya tidak mau bermain bersama anak-anak sebayanya sedangkan ADHD Isolasi sosial dapat muncul karena anak-anak yang hiperaktif terkadang cenderung agresif dan kurang dapat mengikuti aturan atau menunggu giliran.
dan ada beberapa ciri lain yang tidak saya tuliskan disini tapi intinya ADHD adalah anak yang hiperaktif saya dapat pastikan sikap - sikap yang mereka maksud tidak mengarah keindigo seperti Kecerobohan dalam hubungan sosial, melakukan sesuatu tanpa dipikir terlebih dahulu, Kerjanya mungkin berantakan, dengan kesalahan serampangan dan ketiadaan pemikiran yang dipertimbangkan dll. (flughh..jelas-jelas ini tidak pernah kualami )

apalagi autis kalaupun ada beberapa kesamaan indigo dengan autis jelas sekali penderita autis memang tidak mempunyai kemampuan untuk itu sedangkan perfect melancholy dan indigo mempunyai kemampuan tapi mempunyai pemikiran yang berbeda jadi menolak melakukan hal-hal demikian. kesamaan lainnya kebiasaan berbicara sendiri yang ditafsirkan kalau ia sedang bicara dengan makhluk ghaib. Kondisi ini sepintas mirip dengan anak autis yang kadang bicara sendiri. Namun kalau anak indigo omongannya terarah, sementara anak autis tidak terarah dan cenderung ngaco.

berikut beberapa fakta yang saya rangkum dari beberaapa pernyataan dan berita-berita tentang indigo yang mungkin bisa mematahkan pernyataan yang menyamakan anak indigo dengan penderita ADHD:
Ada anak indigo yang dianggap autis, ADHD (Attention-Deficit Hyperatictve Disorder) maupun ADD (Attention Deficit Disorder). Padahal tanda-tandanya berbeda. Kekeliruan semacam ini juga terjadi di AS, karena banyak ahli menganggap anak-anak itu menderita ”gangguan” yang harus dihilangkan.  Sebagian kalangan medis menyatakan bahwa anak indigo mengalami kerusakan pada bagian otaknya. Namun indigo bukan penyakit. Badan Kesehatan Dunia (WHO),  bahkan tidak mencantumkan indigo dalam international classification of diseases. Lantaran indigo bukan penyakit tak perlu dilakukan terapi untuk menyembuhkan anak indigo.

kalaupun dikemudian hari ada persepsi seperti ini :  "Sepertinya Anak indigo hanya sebagai pembelaan diri orang tua yang tidak bisa menerima bahwa anaknya memiliki kelainan secara psikologis." <=== hanya orang yang tak pernah mengalami yang bicara seperti ini.

"kalau hanya ciri-ciri seperti itu banyak sekali orang indigo" <=== benar memang  banyak orang indigo seperti banyaknya seorang mempunyai keperibadian melankolis sempurna. tapi tidak semua orang kan?

Terakhir saya katakan memang tidak salah kita berpendapat, tidak salah menertawakan sebuah teori tapi, kepercayaan adalah kebebasan kita sebagai manusia, kepercayaan adalah hak.