semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi kalian
Sensitif, Filosofis, puitis, serius, tekun, analitis, mendalam, penuh pikiran, menghargai keindahan,idealis, punya standar yang tinggi, rinci, tertib dan terorganisir, perlu menyelesaikan apa yang dimulai.hati-hati dalam berteman, sangat memperhatikan orang lain, terharu oleh air mata penuh belas kasihan. mencari teman hidup ideal, ingin segalanya dilakukan dengan benar, menghindari perhatian, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, mengingat yang negatif, pendendam, tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang diriny, egois, menuntut.
=============================================================* Sanguinis
* Melankolis
* Kholeris
* Phlegmatis
Berdasarkan tes keperibadian yang pernah kulewati, tetapi kadang-kadang kita mencoba menjadi satu wujud manusia yang sangatlah berbeda dengan diri kita seutuh-nya. dan lebih sering berkontradiksi dengan kalimat kontroversial "BE YOUR SELF"
Sebagai melankolis aku sangat Lonely sekali, seolah-olah aku mempunyai dunia yang terpisah dari manusia lainnya.Terkadang lebih tersentuh lebih cepat dibanding yang lain.Melankolis yang Sempurna mempunyai dorongan dan tekad paling besar dan memegang teguh suatu cita-cita untuk selamanya.
Ketika masih SMP aku pernah aku berpikir orang-orang disekitarku hanya sebatas sosialisasiku saja sebagai manusia, mereka tidak mengerti apa yang aku pikir dan renungkan. ( maaf deh buat Teman-teman SMPku,walaupun begitu aku mempunyai cukup banyak teman dibangku SMPku mereka menjadikanku sebagai tempat curhat tapi aku tidak pernah menceritakan apapun tentang diriku pada mereka)
sampai sekarang saya masih terlalu cepat bereaksi (meledak) terhadap sesuatu yang tak beres
Kurasa di bangku SD sifat melankolisku sudah sangat nampak.'isal: 'ogah' berteman dengan orang yang berantakan dan 'jorok', tanpa segan-segan aku akan memprotes mereka. Bisa jadi di masa kecilku itulah aku merasa sempurna sebagai melankolis sempurna. Aku menginginkan segala sesuatunya terjadwal, teratur tapi bukan berarti aku sangat rapi,cinta kebersihan dll itu tapi aku menginginkan warna buku tertentu, warna pensil, tas bahkan warna sabun. aku biasa menyusun barangku sendiri dan semuanya berurutan sesuai pikiranku sendiri dan aku sangat tahu bila salah satu benda dikamarku berubah. Aku akan marah bila Ibuku meletakkan bajuku tidak sesuai susunan dalam pikiranku. Seharipun aku tidak pernah terlambat ke sekolah. Guru-guru menyukaiku dan memujiku secara berlebihan. Dan membuatku semakin besar kepala, bisa jadi membuatku merendahkan banyak orang. Mungkin banyak teman-temanku ingin menjauhiku tapi aku tidak peduli toh aku tidak membutuhkan mereka. Buktinya mereka selalu ingin memulai berbicara denganku. pikirku saat itu. Menjadi sok jadi ketua dan mengatur semua orang yang kuanggap tidak beres di kelas., hampir semuanya tidak beres bahkan guru-gurunyapun tidak beres misalnya suka mengajarkan materi secara berulang-ulang. Aku tidak bermain layaknya anak kecil lainnya. Aku menikmati kesendirianku. Walaupun bagitu aku tidak merasakan kesepian. Aku hanya heran mengapa semua orang bagitu berisik. Aku menyukai berbagai macam keindahan bahkan yang dianggap orang tidak mernarik menurutku malah sangat indah. Aku menikmati seni lebih dari yang orang pikirkan.
Sejak kecil aku berbakat dalam melukis. Sepulang sekolah aku tidak akan berhenti melukis. Aku akan marah pada siapapun yang mengusikku. Tempat favoriteku saat melukis adalah di bawah pohon Manggis milik nenekku dan bersebelahan dengan pemakaman keluarga kami. Sebenarnya lukisanku tidak Istimewah mungkin sama saja dengan lukisan anak-anak lainnya. Tapi aku menikmati tahapan sampai lukisanku selesai dan aku merasai lukisanku berlebihan menurut orang lain. Aku menolak kepercayaan guruku untuk mengikutsertakanku mengikuti lomba melukis tingkat SD. Seorang melankolis sempurna menetapkan Standar tinggi terhadap sesuatu, dan menurutku lomba gambar tingkat SD bukan sesuatu yang menarik. Juara kelas di antara bocah-bocah SD kumal itu juga bukan hal yang pantas dibanggakan. (ckck.. ketika menulis ini aku menertawakan diriku sendiri)
Suatu hari aku berhasil melukis "SETAN" disebelah pohon manggis. Perlu kalian tahu Ayahku sungguh perhatian terhadapku dia memuji semua lukisanku bahkan dia membanggakan rambutku pada saudara-saudara lainnya ( xixixi...). Jadi walaupun lukisanku jelek dia tetap memujiku dan memberikan saran untukku. Ketika dia melihat lukisan "SETAN" itu aku mejelaskannya dengan sangat santai, tetapi raut mukanya sangat terkejut. Aku tidak tahu apa-apa lantas semua keluargaku nenekku, pamanku, sepupuku semuanya menatapku aneh. Keluargaku yang 'agamis' memanggil ustadz mendo'akanku macam-macam. keesokan harinya pohon manggis itu telah tumbang. Di kemudian hari aku tahu Ayahkulah yang menebang pohon itu ketika aku tertidur di tengah malam. Aku menangis berhari-hari. tidak mempercayai siapapun lagi. Semua manusia tampak mengerikan. Ini pertama kalinya aku berontak pada kehidupan.
Orang melankolis adalah orang yang sangat care terhadap orang lain. Titik paling ekstrim yang ku lakukan di bangku SD adalah ketika sepupu laki-lakiku bertengkar dengan teman sekelasnya.Waktu itu aku duduk di kelas 4 SD akan kenaikan kelas 5 dan sepupuku kelas 6 SD. Aku sedih melihat sepupuku diledek teman-temannya, sepupuku ditantang berkelahi oleh musuh-musuhnya di kelas itu, tapi sepupuku menolak. Aku melihat ketidakberdayaan sepupuku. Apa yang kulakukan?? MENANTANG BALIK MEREKA... awalnya mereka menolak tapi aku punya bakat terpendam dalam mengatai orang sepedas-pedasnya. Akhirnya emosi mereka tersulut dan menerima tantangangku. Sulit dibayangkan makhluk manis sepertiku adu otot dengan para bocah-bocah begundal itu. Kalahkah aku? TIDAK, aku begitu kuat saat itu. Aku berhasil membuat salah satu hidung dari mereka berdarah-darah dan hampir mematahkan salah satu tangan mereka. Tidak percaya? terserah. tapi tentu saja dengan sedikit akal licik. Itu tindak kekerasan pertama yang kulakukan (semoga yang terakhir) keluargaku menyebutnya 'tindak kriminal' karena malu Ayahku memindahkan sekolahku sekalian kami juga pindah rumah. Tapi aku begitu bangga telah bertindak benar ( lho?? ) sampai saat ini sepupuku itu bagitu menyayangiku dan mungkin akan mengingatku seumur hidupnya. lalu bocah preman itu (sekarang sudah menikah) mungkin juga akan mengingatku seumur hidupnya tapi katanya aku adalah orang pertama yang bisa mengalahkannya di sekolah dan tentu saja mengubah kehidupan SMPnya sampai sekarang.
(kalau begitu seharusnya saya menantang semua preman yang ada dimuka bumi ini hohoho...)
Beberapa buku membahas kepribadian. menyebutkan tentang perfect melancholy biasanya seperti ini:
Walaupun kreatifitasnya pun sangat tinggi. Tipe orang-orang yang sensitif dan romantis masuk dalam kategori ini. Kelemahannya, ia cenderung negatif, pendendam, skeptik, tidak mudah mempercayai orang lain, moody, depresif dan menyendiri.
Orang Melankolis nih dikenal sebagai orang yang sangat dalam saat berpikir.Meski standart yang direncanakan tuh tinggi, tipe ini mampu meraihnya dengan gigih dan cermat.Kebanyakan orang-orang Melankolis sejati, menyukai hal-hal yang berbau diagram, grafik, bagan dan rentetan daftar-daftar yang memerlukan analisa tingkat tinggi. Orang-orang semacam ini, bisa jadi ilmuwan.
_____http:// www.tmore-online.com/tmore/content/rubric/37/144______ Tapi sebenarnya inilah pribadi yang mampu mengubah dunia. Tak terhitung berapa ilmuwan yang memiliki kperibadian perfect melancholy ini. Kebanyakan seniman bertipe keperibadian ini. kemudian, aku?.
kehidupan setelah masa anak-anak membentukku menjadi pribadi yang berbeda. Walaupun sifat dasarku tidak berubah, tapi Melancholic juga mempunyai sifat mengorbankan keinginan sendiri untuk yang lain.



ga ngerti
BalasHapusRivan: jahat lu ah... ya udah baca 2-10 kali gih biar ngerti.
BalasHapusntar part II nya sendi link ke grup kamu donk!